Modul 4
a) Flowchart
b) Listing Program
c) Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja
d) Foto Rangkaian
e) Video Demo
f) Download File
1. Pendahuluan [Kembali]
Secara geografis dan topografis, wilayah Sumatera Barat dikelilingi oleh perbukitan dan dilalui oleh banyak aliran sungai, menjadikannya kawasan yang sangat rawan terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir bandang atau yang secara lokal dikenal sebagai Galodo. Bencana ini umumnya terjadi secara tiba-tiba akibat curah hujan ekstrem yang membawa material perbukitan seperti tanah, batu, dan pepohonan. Dalam kondisi tanggap darurat, salah satu kendala terbesar di lapangan adalah kepanikan warga yang berujung pada disorientasi arah evakuasi, terutama jika bencana terjadi pada malam hari atau saat jalur evakuasi utama terputus oleh longsor susulan.
Untuk memitigasi risiko korban jiwa akibat kesalahan pengambilan rute evakuasi, diperlukan sebuah intervensi teknologi berbasis otomasi keselamatan. Oleh karena itu, dirancanglah purwarupa "Rambu Jalur Evakuasi Cerdas Interaktif". Sistem cerdas ini diotaki oleh mikrokontroler STM32F103C8T6 (Bluepill) yang memadukan pembacaan multi-sensor (hujan, getaran, dan jarak) untuk menganalisis level ancaman secara real-time. Berbeda dengan plang evakuasi statis, purwarupa ini bertindak sebagai Early Warning System (EWS) interaktif yang dapat membunyikan sirine peringatan sekaligus mengubah arah panah evakuasi secara mekanis menggunakan motor servo, serta memberikan instruksi visual melalui layar LCD. Sistem ini juga dilengkapi fitur interupsi manual (tombol darurat) untuk mengakomodasi perubahan rute secara instan apabila jalur utama terdeteksi rusak atau tidak dapat dilalui.
2. Tujuan [Kembali]
Mendeteksi kondisi cuaca ekstrem dan potensi bencana Galodo secara otomatis menggunakan kombinasi sensor hujan (MH-RD), sensor getar (SW-420), dan sensor jarak sebagai alat pemantau parameter lingkungan utama di area rawan.
Memberikan peringatan dini (early warning) melalui indikator active buzzer sebagai sirine dan kedipan lampu LED strobo secara intermiten ketika parameter sensor mendeteksi kondisi siaga hujan maupun kondisi awas bencana.
Mengubah arah papan rambu evakuasi fisik secara otomatis menggunakan Motor Servo SG90 ke sudut rute aman (90) saat terjadi Galodo, atau ke sudut rute alternatif (180) memanfaatkan fitur External Interrupt (EXTI) via tombol darurat jika jalur utama terputus.
Menampilkan instruksi evakuasi dan status kebencanaan secara real-time melalui layar LCD 16x2 berbasis modul komunikasi I2C agar masyarakat atau warga desa yang melintas dapat mengetahui kondisi jalur aman secara langsung dari jarak jauh.
Mendeteksi kondisi cuaca ekstrem dan potensi bencana Galodo secara otomatis menggunakan kombinasi sensor hujan (MH-RD), sensor getar (SW-420), dan sensor jarak sebagai alat pemantau parameter lingkungan utama di area rawan.
Memberikan peringatan dini (early warning) melalui indikator active buzzer sebagai sirine dan kedipan lampu LED strobo secara intermiten ketika parameter sensor mendeteksi kondisi siaga hujan maupun kondisi awas bencana.
Mengubah arah papan rambu evakuasi fisik secara otomatis menggunakan Motor Servo SG90 ke sudut rute aman (90) saat terjadi Galodo, atau ke sudut rute alternatif (180) memanfaatkan fitur External Interrupt (EXTI) via tombol darurat jika jalur utama terputus.
Menampilkan instruksi evakuasi dan status kebencanaan secara real-time melalui layar LCD 16x2 berbasis modul komunikasi I2C agar masyarakat atau warga desa yang melintas dapat mengetahui kondisi jalur aman secara langsung dari jarak jauh.
2. Alat dan Bahan [Kembali]
Alat :
1. Mikrokontroler: STM32F103C8T6 (Bluepill)
STM32F103C8T6 (Blue Pill) adalah papan pengembangan mikrokontroler berbasis ARM Cortex-M3 32-bit yang sangat populer karena harganya yang terjangkau (berkisar antara Rp42.000 hingga Rp105.000) dan kemampuannya yang jauh melampaui papan standar seperti Arduino Uno. Papan ini sangat ideal untuk proyek sistem tertanam yang membutuhkan kecepatan dan memori lebih besar.
Ampermeter adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur besar arus listrik (I) yang mengalir pada suatu rangkaian. Satuan yang digunakan adalah Ampere (A), sesuai dengan hukum Ohm dan konsep dasar arus listrik. Agar pembacaan akurat, ampermeter harus disusun secara seri dengan beban sehingga seluruh arus yang mengalir ke beban juga melewati ampermeter.
Spesifikasi:
3. ResistorResistor adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika (V=I R). Jenis Resistor yang digunakan disini adalah Fixed Resistor, dimana merupakan resistor dengan nilai tetap terdiri dari film tipis karbon yang diendapkan subtrat isolator kemudian dipotong berbentuk spiral. Keuntungan jenis fixed resistor ini dapat menghasilkan resistor dengan toleransi yang lebih rendah.Cara menghitung nilai resistor:Tabel warnaSpesifikasi.jpeg)
.jpeg)
5. Kabel Jumper
6. Push Button Tactile 12x12mm
Sebagai keluaran (output) yang menyatakan rangkaian jalan ketika motor hidup.
3. Dasar Teori [Kembali]
1. Sensor jarak laser
Sensor Jarak Laser VL53L0X merupakan modul pengukur jarak (proximity) berbasis teknologi modern yang memanfaatkan prinsip Time-of-Flight (ToF). Berbeda dengan sensor konvensional seperti infra merah standar yang mengandalkan intensitas pantulan cahaya atau sensor ultrasonik yang menggunakan gelombang suara, VL53L0X mengukur jarak dengan menghitung waktu tempuh foton. Sensor ini menembakkan pulsa cahaya laser inframerah tidak kasat mata dengan panjang gelombang 940 nm melalui pemancar internalnya (Vertical Cavity Surface Emitting Laser atau VCSEL). Pulsa cahaya tersebut akan merambat di udara, mengenai objek target, dan memantul kembali untuk ditangkap oleh detektor penerima yang sangat sensitif bernama Single Photon Avalanche Diode (SPAD). Jarak objek kemudian dihitung secara presisi menggunakan rumus setengah dari hasil perkalian antara kecepatan cahaya dengan total waktu perjalanan bolak-balik pulsa tersebut.
Karena menggunakan basis perhitungan waktu dan bukan intensitas cahaya, VL53L0X memiliki keunggulan utama yaitu hasil pembacaannya tidak dipengaruhi oleh warna, tekstur, ataupun tingkat reflektivitas permukaan objek yang diukur. Objek berwarna hitam gelap maupun putih terang akan terbaca pada jarak yang sama akuratnya selama foton dapat memantul kembali ke sensor. Untuk mendukung interkoneksi dengan mikrokontroler, modul yang dikembangkan oleh STMicroelectronics dengan teknologi FlightSense™ ini menggunakan antarmuka komunikasi I2C. Secara teknis, sensor ini mampu melakukan pengukuran hingga jarak 2 meter pada kondisi ideal di dalam ruangan. Selain itu, sensor ini juga menyediakan berbagai profil pemrograman yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sistem, seperti mode kecepatan tinggi (High Speed) untuk respons cepat atau mode akurasi tinggi (High Accuracy) untuk pengukuran yang membutuhkan presisi maksimal.
2. Sensor Getar: SW-420
Sensor getar SW-420 adalah modul elektronik yang dirancang khusus untuk mendeteksi adanya getaran fisik, guncangan, atau benturan pada suatu objek. Inti dari modul ini adalah sakelar getar mekanis (vibration switch) tipe SW-420 yang umumnya berbentuk tabung silinder kecil yang tertutup rapat. Secara teoretis, di dalam tabung tersebut terdapat struktur mekanis berupa as/pin logam stasioner dan elemen konduktif yang dapat bergerak, seperti pegas yang melilit pin tersebut. Dalam kondisi diam (statis) atau tidak ada gangguan lingkungan, pegas konduktif ini menempel pada as logam secara konstan, sehingga rangkaian berada dalam keadaan tertutup (normally closed) dan arus listrik dapat mengalir dengan stabil.
Ketika modul mengalami gaya dari luar berupa getaran atau guncangan, gaya inersia menyebabkan pegas di dalam tabung bergetar dan terlepas sesaat dari as pin utama. Pergerakan dinamis ini mengakibatkan kontak listrik di dalamnya terputus dan tersambung kembali secara cepat selama masa getaran berlangsung. Perubahan status mekanis yang terjadi secara instan ini menciptakan fluktuasi resistansi yang langsung mengubah aliran arus listrik pada rangkaian. Dengan kata lain, energi mekanik dari getaran luar secara langsung dikonversi menjadi variasi sinyal listrik kasar oleh sakelar ini.
Untuk membuat sinyal kasar tersebut dapat digunakan dengan mudah oleh sistem digital seperti mikrokontroler, modul SW-420 dilengkapi dengan rangkaian pengkondisi sinyal berbasis IC komparator tegangan LM393. IC komparator ini bertugas membandingkan tegangan yang dihasilkan oleh sakelar getar dengan tegangan referensi (ambang batas) yang tingkat sensitivitasnya dapat diatur secara manual menggunakan komponen trimpot (potensiometer). Jika fluktuasi akibat getaran melampaui nilai ambang batas tersebut, komparator akan memicu perubahan logika pada pin keluaran (Digital Output). Hal ini menjadikan modul SW-420 sebagai sensor yang menghasilkan sinyal biner murni (HIGH atau LOW), yang sangat ideal dan efisien untuk aplikasi seperti alarm pencuri, pendeteksi gempa sederhana, atau sistem keamanan kendaraan tanpa memerlukan pengolahan data analog yang rumit.
Grafik respon sistem :
3. Rain sensor MH-RD
Sensor Hujan MH-RD (sering juga disebut modul FC-37 atau YL-83) adalah perangkat pendeteksi keberadaan air atau intensitas curah hujan. Sistem ini terdiri dari dua bagian utama: papan probe (sensing pad) yang diletakkan di luar ruangan untuk menampung rintik hujan, dan modul kontrol (signal conditioner) yang memproses sinyal.
Prinsip Kerja (Konduktivitas Air): Papan probe terdiri dari jalur-jalur tembaga berlapis nikel yang saling berdekatan namun tidak bersentuhan (sirkuit terbuka). Dalam kondisi kering, resistansi (hambatan listrik) antar jalur sangat tinggi, sehingga arus listrik tidak mengalir. Namun, air alami (seperti air hujan) mengandung mineral yang membuatnya bersifat konduktif. Ketika tetesan air jatuh dan menghubungkan jalur-jalur tembaga tersebut, resistansi akan menurun drastis. Semakin banyak air yang menutupi papan, semakin rendah resistansinya.
Keluaran (Output) Sistem: Modul kontrol menggunakan IC Komparator LM393 untuk menyediakan dua jenis sinyal keluaran:
- Analog Output (AO): Menghasilkan tegangan linier yang berbanding terbalik dengan tingkat kebasahan. Kering total = Tegangan Tinggi (Mendekati VCC/5V). Sangat basah = Tegangan Rendah (Mendekati 0V).
- Digital Output (DO): Menghasilkan sinyal biner (HIGH/LOW). Modul ini umumnya bersifat Active-Low. Jika tegangan analog turun melewati ambang batas (Threshold) yang diatur oleh trimpot, pin DO akan berubah dari HIGH (5V/Kering) menjadi LOW (0V/Hujan Terdeteksi).
Motor servo TowerPro SG90 adalah motor servo mikro berbobot sekitar 9 gram yang sangat populer dalam proyek robotika dan mikrokontroler karena harganya yang terjangkau, ukurannya yang ringkas, serta kemudahan penggunaannya. Berbeda dengan motor DC konvensional yang berputar secara terus-menerus, SG90 dirancang untuk bergerak menempati posisi sudut tertentu—umumnya dalam rentang 0 hingga 180 derajat—dan menahan posisi tersebut secara presisi. Di dalam casing plastiknya, servo ini memiliki empat komponen utama yang saling terintegrasi, yaitu motor DC inti (coreless) sebagai penggerak utama, sistem roda gigi (gearbox) nilon untuk melipatgandakan kekuatan putar (torsi) hingga mencapai sekitar 1,8 kgf·cm pada tegangan 4,8V, sebuah potensiometer yang bertugas membaca posisi sudut poros secara aktual, serta rangkaian kontrol elektronik (control board) yang menjadi otak dari sistem tersebut.
Secara teoritis, SG90 beroperasi menggunakan prinsip kendali umpan balik atau sistem loop tertutup (closed-loop). Ketika mikrokontroler mengirimkan sinyal perintah berupa target sudut, rangkaian kontrol internal akan langsung membandingkan target tersebut dengan posisi poros saat ini yang dilaporkan oleh potensiometer. Jika terdapat perbedaan posisi (error), rangkaian kontrol akan segera mengalirkan arus listrik ke motor DC untuk memutar roda gigi ke arah yang tepat. Begitu potensiometer mendeteksi bahwa poros telah mencapai sudut yang ditargetkan, aliran arus ke motor akan dihentikan. Meskipun motor berhenti bergerak, sistem tetap aktif memberikan torsi penahan (holding torque); artinya, jika ada dorongan mekanis dari luar yang mencoba menggeser porosnya, servo akan secara otomatis menahan dan mengembalikan poros ke posisi aslinya.
Pengendalian posisi sudut pada servo SG90 dilakukan dengan menggunakan sinyal Pulse Width Modulation (PWM) yang memiliki spesifikasi khusus, yakni beroperasi pada frekuensi 50 Hz dengan periode gelombang 20 milidetik. Sudut pergerakan poros ditentukan sepenuhnya oleh lebar pulsa logika HIGH (durasi aktif) dalam satu periode tersebut. Sebagai standar kalibrasi umum, lebar pulsa sekitar 1,0 ms akan memutar servo ke sudut minimum (0 derajat), pulsa 1,5 ms mengarahkannya ke posisi tengah (90 derajat), dan pulsa 2,0 ms membawanya ke sudut maksimum (180 derajat). Untuk mendukung operasionalnya, modul ini menggunakan antarmuka tiga kabel standar, yaitu kabel cokelat atau hitam untuk Ground, kabel merah untuk suplai daya utama (berkisar antara 4,8V hingga 6,0V DC dari sumber daya eksternal), serta kabel oranye atau kuning sebagai jalur penerimaan sinyal PWM dari pin mikrokontroler.
Liquid Crystal Display (LCD) 16x2 adalah modul penampil elektronik yang menggunakan teknologi kristal cair untuk menghasilkan antarmuka visual dasar pada berbagai perangkat. Modul ini memiliki kapasitas tampilan sebanyak 32 karakter yang terbagi dalam dua baris, di mana setiap barisnya dapat menampilkan 16 karakter (huruf, angka, atau simbol khusus). Secara internal, LCD 16x2 standar umumnya dikendalikan oleh chip mikrokontroler HD44780 yang sangat populer. Dalam mode komunikasi paralel konvensional, penggunaan modul LCD ini membutuhkan setidaknya enam hingga sepuluh pin input/output (I/O) digital dari mikrokontroler utama, yang mencakup pin kontrol (Register Select, Read/Write, Enable) serta pin jalur data (D4 hingga D7 untuk mode 4-bit, atau D0 hingga D7 untuk mode 8-bit). Kebutuhan pin yang banyak ini sering kali menjadi masalah dan membatasi fleksibilitas pada sistem mikrokontroler berskala kecil yang memiliki jumlah pin terbatas.
Untuk mengatasi kendala penggunaan pin yang boros tersebut, modul LCD 16x2 sering dipadukan dengan modul antarmuka I2C (Inter-Integrated Circuit) yang menggunakan IC ekspander I/O PCF8574. Modul PCF8574 ini berfungsi sebagai "penerjemah" yang mengubah sinyal komunikasi serial sinkron dari mikrokontroler menjadi sinyal paralel 8-bit yang dibutuhkan oleh LCD. Dengan menempelkan modul I2C ini pada bagian belakang (pin header) LCD, jalur komunikasi yang sebelumnya membutuhkan banyak kabel dapat diringkas secara drastis menjadi hanya empat kabel utama: dua kabel untuk suplai daya (VCC dan GND) dan dua kabel untuk jalur komunikasi data serial (SDA atau Serial Data, dan SCL atau Serial Clock).
Secara teoritis, sistem ini bekerja dengan cara mikrokontroler mengirimkan paket data berisi alamat I2C (umumnya 0x27 atau 0x3F) beserta instruksi atau karakter yang ingin ditampilkan melalui protokol I2C. IC PCF8574 akan menerima paket data serial tersebut, memecahnya, dan secara berurutan mengaktifkan pin-pin paralelnya yang terhubung langsung ke pin RS, RW, EN, dan pin data pada LCD. Selain mempermudah komunikasi data, modul I2C PCF8574 juga dilengkapi dengan komponen potensiometer mini (trimpot) bawaan untuk mengatur tingkat kontras karakter pada layar LCD dengan mudah, serta pin jumper (penghubung) yang berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan lampu latar (backlight) LCD. Penggabungan kedua modul ini menghasilkan sistem penampil visual yang sangat efisien dalam penggunaan port mikrokontroler sekaligus mempermudah proses perakitan perangkat keras (wiring).
6. STM32F103C8T6
Mikrokontroler STM32F103C8T6 adalah sebuah sirkuit terpadu (IC) 32-bit yang dikembangkan oleh STMicroelectronics, dirancang berdasarkan arsitektur inti ARM Cortex-M3 yang sangat efisien. Berbeda dengan mikrokontroler 8-bit konvensional seperti keluarga AVR pada Arduino standar, STM32F103C8T6 menawarkan lompatan kinerja yang signifikan dengan kecepatan komputasi atau clock speed maksimum yang dapat mencapai 72 MHz. Arsitektur komputasi 32-bit ini memungkinkan mikrokontroler untuk memproses aliran data dalam jumlah yang lebih besar pada setiap siklus instruksinya. Hal tersebut membuat perangkat ini sangat ideal untuk menangani algoritma yang kompleks, komputasi matematika tingkat tinggi, serta aplikasi kendali presisi yang membutuhkan pemrosesan waktu nyata (real-time).
Dalam ekosistem pengembangan perangkat keras dan Internet of Things (IoT), IC ini paling sering dijumpai dalam bentuk papan pengembangan minimum (minimum system board) yang populer dengan julukan "Blue Pill". Secara kapasitas penyimpanan internal, STM32F103C8T6 dibekali dengan memori Flash sebesar 64 Kilobyte (KB) untuk menyimpan baris kode program secara permanen, serta memori SRAM sebesar 20 KB untuk manipulasi data sementara saat program sedang berjalan. Spesifikasi memori dan kecepatan ini sudah sangat memadai bagi pengembang untuk menjalankan sistem operasi waktu nyata atau Real-Time Operating System (RTOS) berskala kecil, yang memungkinkan mikrokontroler menjalankan beberapa tugas secara bersamaan (multitasking) dengan stabil.
Keunggulan utama lain dari STM32F103C8T6 terletak pada kekayaan fitur periferal dan antarmuka komunikasi bawaannya yang setara dengan standar industri. Mikrokontroler ini dilengkapi dengan beragam antarmuka perangkat keras lengkap, mulai dari komunikasi dasar seperti I2C, SPI, dan USART, hingga protokol komunikasi yang lebih canggih seperti antarmuka USB 2.0 full-speed dan CAN (Controller Area Network) bus yang lazim digunakan dalam industri otomotif. Selain itu, perangkat ini juga ditanamkan fitur konverter analog-ke-digital (ADC) ganda dengan resolusi tinggi sebesar 12-bit, yang mampu membaca sinyal sensor analog dengan tingkat presisi bacaan yang jauh lebih halus. Kombinasi antara performa pemrosesan tinggi dan kelengkapan periferal inilah yang menjadikannya transisi pilihan bagi para insinyur dari sistem mikrokontroler dasar menuju sistem embedded tingkat menengah dan lanjut.
4. Percobaan [Kembali]
a) Flowchart [Kembali]
b) Listing Program [Kembali]
c) Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]
Prinsip Kerja :
Prinsip kerja dari sistem Rambu Jalur Evakuasi Cerdas Interaktif untuk Mitigasi Bencana Galodo ini berbasis pada kendali logika kondisi (state machine) yang diproses oleh mikrokontroler STM32F103C8T6 sebagai otak utama. Sistem secara terus-menerus melakukan pemindaian (polling) terhadap data seluruh sensor lingkungan dan siap menerima interupsi darurat kapan saja. Respons keluaran dari sistem ini dibagi menjadi empat kondisi utama yang bekerja secara otomatis dan real-time.
Pada Kondisi Aman, yaitu saat lingkungan tidak mendeteksi adanya parameter bahaya (sensor hujan kering, sensor jarak membaca elevasi air normal, dan sensor getar membaca nilai ADC di bawah ambang batas), sistem berada dalam mode siaga normal. Layar LCD 16x2 melalui modul komunikasi I2C akan menampilkan pesan "JALUR AMAN" pada baris pertama dan "SEMUA NORMAL" pada baris kedua. Di saat yang sama, Motor Servo SG90 penggerak rambu fisik tetap berada di posisi awal (0°) menunjuk ke rute utama desa, sementara lampu LED indikator dan sirine buzzer dalam keadaan mati.
Ketika cuaca mulai memburuk dan sensor hujan mendeteksi adanya tetesan air, sistem langsung beralih ke Kondisi Hujan (Siaga). Mikrokontroler akan memperbarui tampilan layar LCD secara instan menjadi "HATI HATI" pada baris pertama dan "HUJAN DERAS" pada baris kedua sebagai langkah peringatan awal bagi masyarakat. Untuk menarik perhatian warga yang melintas tanpa menimbulkan kepanikan, lampu LED indikator diaktifkan dalam mode berkedip (blink/toggle), sedangkan sirine buzzer tetap mati dan motor servo penunjuk arah masih dipertahankan pada posisi 0° menuju jalur utama.
Sistem akan menaikkan status ke tingkat bahaya tertinggi, yaitu Kondisi Bencana (Galodo), jika terjadi kombinasi parameter ekstrem secara bersamaan: sensor hujan aktif, sensor jarak mendeteksi luapan air/lahar, dan sensor getar menangkap amplitudo getaran tanah (nilai ADC > 2500) akibat gemuruh material batu dan kayu dari perbukitan. Saat kondisi ini tervalidasi, STM32 langsung mengubah tampilan LCD menjadi "GALODO !!!" pada baris pertama dan "IKUTI PANAH" pada baris kedua. Secara mekanis, motor servo langsung berputar cepat ke sudut 90° untuk membelokkan plang panah fisik ke arah rute evakuasi (menuju zona tinggi/bukit aman), disertai bunyi sirine buzzer yang meraung kencang dan kedipan lampu strobo untuk memandu warga di tengah kepanikan.
Terakhir, sistem dilengkapi dengan fitur prioritas tinggi berupa Kondisi Tombol (Jalur Putus) memanfaatkan fungsi External Interrupt (EXTI). Jika di tengah proses evakuasi relawan atau warga melihat jembatan di rute aman tersebut ternyata runtuh atau terputus akibat longsor susulan, mereka cukup menekan push button darurat di tiang rambu. Sinyal interupsi ini akan langsung menghentikan program utama seketika dan memaksa motor servo berputar ke sudut 180° untuk mengalihkan panah fisik ke rute alternatif (arah balik). Layar LCD pun langsung berkedip menampilkan instruksi kritis "JALUR PUTUS" pada baris pertama dan "PUTAR BALIK" pada baris kedua, diikuti dengan perubahan pola bunyi sirine darurat yang lebih cepat sebagai tanda bahwa jalur penyelamatan telah dialihkan.
d) Foto Rangkaian [Kembali]
e) Video Demo [Kembali]
f) Download File [Kembali]
- File Rangkaian Proteus [download]
- Listing Program [download]
- Foto Rangkaian [download]
- Video Penjelasan [download]
- Datasheet STM32F103C8T6 [download]
- Datasheet VL53L0X [download]
- Datasheet SW-420 [download]
- Datasheet MH-RD [download]
- Datasheet Motor servo [download]
- Datasheet LCD 16x2 [download]
- Datasheet Buzzer [download]
- Library VL53L0X [download]
- Library SW-420 [download]
- Library MH-RD [download]

















Komentar
Posting Komentar